5192 Peserta Didik SMP di Manggarai Barat Sukses Mengikuti ANBK

  • Jumat, 22 September 2023 - 11:52:29 WIB
  • Superadmin
5192 Peserta Didik SMP di Manggarai Barat Sukses Mengikuti ANBK

Labuan Bajo, PKO Mabar - Sebanyak 5192 pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) 2023 di Kabupaten Manggarai Barat, (Senin s.d Kamis, 18 s.d 21 /9/2023). Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) 2023 kembali diadakan sebagai salah satu bentuk evaluasi sistem pendidikan oleh Kementerian pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Asesmen Nasional juga dilakukan untuk memantau perkembangan pendidikan dan mengidentifikasi indikator-indikator yang perlu diperbaiki.

Mewakili Tim Monitoring, Fridolinus Bagung Suhadi dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Manggarai Barat bahwa pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) 2023 di beberapa sekolah baik negeri maupun swasta berjalan lancar. “Pantauan kami saat melakukan monitoring di sekolah-sekolah, pelaksanaan ANBK Tingkat SMP berjalan lancar dan aman. Meskipun masih ada beberapa laporan berkaitan kendala jaringan, namun semuanya bisa diatasi dengan baik,” ujar Fridolinus. Sebagaimana yang dialami dan dilaporkan oleh Melania Rija, Kepala SMP Negeri 6 Sano Nggoang bahwa pelaksanaan ANBK berjalan lancar kendatipun mengalami keterbatasan kualitas jaringan. Namun hal ini tidak menyurutkan semangat pihak sekolah untuk tetap mengikuti kegiatan tahunan ini. “Kami tidak menjalankan kegiatan ANBK di dalam ruangan, tetapi di area jauh dari sekolah di hutan yang sejuk. Tower Bakti Aksi di lingkungan sekolah kami tidak kuat dan sering hilang muncul. Kami tetap bersyukur ANBK berjalan baik,” demikian laporan Melan Rija ke media ini.

Selanjutnya Kepala Bidang Pembinaan SMP, Valentinus Palus menyampaikan antusiasme pihak sekolah dalam mengikuti ANBK ini. “Terima kasih kepada pihak sekolah yang sudah berpartisipasi dalam mensukseskan kegiatan ANBK ini. Dari 96 sekolah yang menjalankan ANBK ini, ada 5192 peserta didik yang ikut ambil bagian, dengan rincian 2675 laki-laki dan 2517 perempuan,” demikian laporan Kabid SMP.

Kepala Dinas PKO Kabupaten Manggarai Barat, Drs. Yohanes Hani, M.Pd menegaskan bahwa pelaksanaan asesmen ini bertujuan untuk pemetaan mutu pendidikan di sekolah. Setiap tahun pihak sekolah mendapatkan rapor pendidikan sekolah yang berasal dari hasil asesmen nasional. “Pihak sekolah mesti melihat dan mengkaji rapor pendidikannya. Melalui ANBK ini, ke depannya baik para pendidik maupun peserta didik agar lebih memperhatikan peningkatan kemampuan atau kompetensi literasi dan numerasi serta survei lingkungan yang berkaitan dengan karakter,” ujarnya. Kepala Dinas PKO juga turut mengapresiasi atas peningkatan aspek literasi secara kabupaten yang relatif baik jika mengacu pada hasil asesmen tahun lalu. “Kita mesti perkuat Perencanaan Berbasis Data yang rujukannya pada Rapor Pendidikan. Untuk sementara hasil literasi kita relatif baik. Kita mesti meningkatkan aspek numerasi. Kendatipun hasil literasi dan numerasi untuk semua sekolah tidak sama. Masih ada yang kurang. Karena itu mesti cek terus Rapor Pendidikan kita,” demikian John Hani menambahkan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dunia pendidikan di Indonesia. Salah satu upayanya adalah melalui Asesmen Nasional (AN), yakni program evaluasi yang ditujukan untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memotret input, proses, dan output pembelajaran di seluruh satuan pendidikan. Asesmen Nasional tidak dirancang sebagai pengganti Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional, tetapi merupakan penanda perubahan paradigma tentang evaluasi mutu pendidikan.

Tentu kita semua berharap agar Pendidikan Manggarai Barat memiliki kualitas yang baik. Semua pihak mesti berusaha untuk memperbaiki kualitas pembelajaran dan iklim di satuan pendidikan. Itu berarti semua berkomitmen dan berusaha untuk melakukan peningkatan secara lebih spesifik dan sejalan dengan perencanaan yang berbasis pada data, fokus pada kualitas dan penciptaan iklim sekolah yang lebih berpihak kepada murid dan sesuai dengan konteks dan kearifan lokal, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan menyenangkan bagi semua warga pendidikan untuk beraktivitas di sekolah (Boscho P-PKO Mabar).

  • Jumat, 22 September 2023 - 11:52:29 WIB
  • Superadmin

Berita Terkait Lainnya